Postingan

Pengalaman Tes SKB CPNS Kemenkumham 2019

Gambar
              Pada tulisan sebelumnya aku sudah bercerita mengenai pengalaman tes SKD CPNS. Kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman tes selanjutnya yakni SKB CPNS atau Seleksi Kompetensi Bidang. Tes ini berisi mengenai soal-soal yang berkaitan dengan rumpun jabatan yang akan diambil. Soalnyapun dibuat oleh instansi pembina masing-masing jabatan. Berbeda dengan SKD yang soalnya dibuat oleh BKN Pusat. Karena sangat spesifik mengenai rumpun jabatan, di pasaran sangat sedikit buku yang menjual soal-soal SKB. Berbeda dengan buku soal soal SKD yang bertebaran, buku SKB nyaris tidak ada. Kalaupun ada biasanya hanya membahas mengenai soal-soal SKB formasi tertentu seperti perawat   dan guru. Untuk formasi lain aku belum pernah menemukan di toko buku yang aku kunjungi.             Di instansiku, Kemenkumham, Tes SKB sendiri dibagi dua yakni SKB CAT, yang menggunakan komputer dan SKB Wawancara Pengamatan Fisik dan Keterampilan atau SKB WPFK. Tes SKB CPNS bisa dikatakan sebagai tes p

Pengalaman Tes SKD CPNS Kemenkumham 2019

Gambar
                    Aku akan bercerita tentang pengalaman mengikuti tes seleksi CPNS 2019 khususnya pada tahap seleksi SKD atau Seleksi Kompetensi Dasar. Aku mendaftar di Instansi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada formasi S1 Jabatan Pembimbing Kemasyarakatan dengan kuota formasi 262 untuk penempatan seluruh Indonesia. Aku mendaftar pada formasi umum. Untuk tahapannya sendiri yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang.             Aku adalah orang yang selalu serius dalam menghadapi sesuatu, begitupun untuk tes CPNS ini. Aku melakukan persiapan yakni dengan membeli buku Latihan dan Persiapan Tes CPNS yang aku beli di Gramedia di Metro Indah Mall Jl. Soekarno Hatta, Bandung. Harganya sekitar 150 ribuan. Meskipun materi soalnya sebenarnya sudah pernah kita pelajari di bangku sekolah, namun menurutku tetap penting untuk dipelajari kembali dan diperdalam. Saat itu aku sedang bekerja di Perusahaan Pembiayaan di Bandung tepatnya di Posko

Kilas Balik Kesan Selama Ramadan

Gambar
                Bulan Ramadan identik dengan bulan perjuangan. Mulai dari berjuang menahan lapar dan dahaga, berjuang melawan hawa nafsu serta berjuang melawan kemalasan untuk meningkatkan ibadah. Selain itu banyak juga perjuangan yang dilakukan dalam hal muamalah, tergantung kondisi masing-masing, begitupula yang terjadi denganku. Ada saja hal yang aku perjuangkan terjadi pada bulan ramadan. Perjuangan tersebut selalu menimbulkan kesan. Setidaknya ada tiga momen yang aku perjuangkan dan terjadi di bulan Ramadan. Pertama, bulan ramadan tahun 2016 yang terjadi pada bulan Juni. Tahun tersebut adalah tahun dimana aku benar-benar menikmati kehidupan berorganisasi di kampus. Waktu itu aku menjabat sebagai Menteri Sosial Politik BEM FISIP dan sangat kritis terhada berbagai macam isu yang terjadi baik di kampus maupun di masyarakat. Puncaknya ialah saat aku tergabung dalam Aliansi Soedirman Melawan dan memimpin aksi demontrasi terhadap rektorat untuk menolak kenaikan UKT dan pemberlak

Pancasila, khilafah, dan komunis

Gambar
Tiga istilah itu diucapkan dalam debat capres kemarin. Ketiganya diucapkan dalam perdebatan mengenai ideologi. Padahal menurut saya, hakikatnya, khilafah dan komunis bukanlah ideologi yang sejenis dengan pancasila. ~ Pancasila ialah filsafat politik. Ia hanya berperan sejauh berkaitan dengan kehidupan masyarakat sebagai mahluk politik yang sudah jelas sekuler. Pancasila tidak memberikan kepastian tentang kehidupan setelah mati (sebagaimana yang disediakan agama). Pancasila juga tidak menyediakan metode ilmu pengetahuan, khususnya tentang analisis pekembangan masyarakat (sebagimana yang disediakan komunisme melalui filsafat materialisme historis). ~ Khilafah adalah konsep kehidupan di dunia yang sesuai dengan perintah kitab suci demi kehidupan di akhirat. Sementara komunisme ialah faham filsafat yang melihat dunia sebagai hasil dari perkembangan gerak materi. Kedunya tidak harus selalu dilihat dalam sudut pandang politik. ~ Memang harus diakui, makna khilafah dan komunis hari i

Pesona Barat, konstruksi cantik, dan filsafat estetika

Gambar
Apa itu cantik? apakah cantik berarti berkulit putih, berhidung mancung, bertubuh tinggi dan ramping? mendefinisikan kecantikan erat kaitannya dengan budaya yang hidup dan dominan di tengah  masyarakat. Cantik adalah sesuatu yang relatif artinya ia selalu berubah mengikuti zaman. Dalam kajian poskolonial, tampilan fisik adalah salah satu senjata masyarakat Barat untuk menegaskan keunggulan mereka atas masyatakat non Barat. Penilaian atas penampilan fisik adalah sisa dari ideologi rasisme. Orang Belanda yang berkulit putih, berhidung mancung, dan bertubuh ramping dianggap lebih bagus dibanding orang Hindia yang berkulit coklat, berhidung agak pesek, dan berbadan pendek/ gemuk. Dari situ tumbuh perasaan rendah diri dihadapan orang Barat. Dari situ muncul standar bahwa menjadi cantik adalah menjadi seperti Barat. Apakah hal tersebut berhenti setelah kolonialisme berakhir? nyatanya tidak. Konsep kecantikan ala Barat masih bertahan dalam sistem sosial masyarakat kita hingga hari ini.

I can't leave philosophy...

Gambar
I meet with philosophy when I was in last year in high school. I found in my home a book entitle “Filsafat Umum” which authored by Prof. Dr. Ahmad Tafsir, each one of UIN Bandung lecturer. It certain book of my mother when she was finishing her master degree in UIN. I don’t know is it admit or not, unrealize I choose sociology as my subject in university cause sociology is similar with philosophy. Both are provide a lot of theory that induce my reason to think deeply. A set of theory about fundemental concerns in life, society, human behavior, history, etc. Historically, sociology ever called as “social philosophy”, before philosophy separated independently and sociology changed into “science” as we known today. I like to think all the things deeply. Sometimes, I can stay in my bed room for a long time in my home, alone. I rarely to communicate with my family, include my parent. Likely people will judge that I’m an introvert, but you have to know that in some situation, I can be

That is unfair!

Gambar
I’m gonna talk about something that crowded recently. A vannesa angels case or prostitution case. And did you know when i open my social media, particulary instagram and facebook sometimes is full of vanesha news. And something that make me reluctant is most of the comments of netizen is blame and blaspheme vanessea. As if vanessa is the worst girl that has ever been in Indonesia. I think that is unfair for him. I’m not in position to defend him, i agree that her behaviour is not accepted, but blame him and blaspheme him over and over as much as possible is not fair. Perhaps what we did to vanessha is not because she did something wrong and we angry about that, but because basically we are all people who very like to blame and blaspheme others.                 Let we look around. As far as i know, indonesia is one of the most country that high acces to porn website. This is a fact. Even though, we always declare that we are the most muslims people in the world. But the fact