Postingan

Pancasila, khilafah, dan komunis

Gambar
Tiga istilah itu diucapkan dalam debat capres kemarin. Ketiganya diucapkan dalam perdebatan mengenai ideologi. Padahal menurut saya, hakikatnya, khilafah dan komunis bukanlah ideologi yang sejenis dengan pancasila. ~ Pancasila ialah filsafat politik. Ia hanya berperan sejauh berkaitan dengan kehidupan masyarakat sebagai mahluk politik yang sudah jelas sekuler. Pancasila tidak memberikan kepastian tentang kehidupan setelah mati (sebagaimana yang disediakan agama). Pancasila juga tidak menyediakan metode ilmu pengetahuan, khususnya tentang analisis pekembangan masyarakat (sebagimana yang disediakan komunisme melalui filsafat materialisme historis). ~ Khilafah adalah konsep kehidupan di dunia yang sesuai dengan perintah kitab suci demi kehidupan di akhirat. Sementara komunisme ialah faham filsafat yang melihat dunia sebagai hasil dari perkembangan gerak materi. Kedunya tidak harus selalu dilihat dalam sudut pandang politik. ~ Memang harus diakui, makna khilafah dan komunis hari i...

Pesona Barat, konstruksi cantik, dan filsafat estetika

Gambar
Apa itu cantik? apakah cantik berarti berkulit putih, berhidung mancung, bertubuh tinggi dan ramping? mendefinisikan kecantikan erat kaitannya dengan budaya yang hidup dan dominan di tengah  masyarakat. Cantik adalah sesuatu yang relatif artinya ia selalu berubah mengikuti zaman. Dalam kajian poskolonial, tampilan fisik adalah salah satu senjata masyarakat Barat untuk menegaskan keunggulan mereka atas masyatakat non Barat. Penilaian atas penampilan fisik adalah sisa dari ideologi rasisme. Orang Belanda yang berkulit putih, berhidung mancung, dan bertubuh ramping dianggap lebih bagus dibanding orang Hindia yang berkulit coklat, berhidung agak pesek, dan berbadan pendek/ gemuk. Dari situ tumbuh perasaan rendah diri dihadapan orang Barat. Dari situ muncul standar bahwa menjadi cantik adalah menjadi seperti Barat. Apakah hal tersebut berhenti setelah kolonialisme berakhir? nyatanya tidak. Konsep kecantikan ala Barat masih bertahan dalam sistem sosial masyarakat kita hingga hari ...

I can't leave philosophy...

Gambar
I meet with philosophy when I was in last year in high school. I found in my home a book entitle “Filsafat Umum” which authored by Prof. Dr. Ahmad Tafsir, each one of UIN Bandung lecturer. It certain book of my mother when she was finishing her master degree in UIN. I don’t know is it admit or not, unrealize I choose sociology as my subject in university cause sociology is similar with philosophy. Both are provide a lot of theory that induce my reason to think deeply. A set of theory about fundemental concerns in life, society, human behavior, history, etc. Historically, sociology ever called as “social philosophy”, before philosophy separated independently and sociology changed into “science” as we known today. I like to think all the things deeply. Sometimes, I can stay in my bed room for a long time in my home, alone. I rarely to communicate with my family, include my parent. Likely people will judge that I’m an introvert, but you have to know that in some situation, I can be...

That is unfair!

Gambar
I’m gonna talk about something that crowded recently. A vannesa angels case or prostitution case. And did you know when i open my social media, particulary instagram and facebook sometimes is full of vanesha news. And something that make me reluctant is most of the comments of netizen is blame and blaspheme vanessea. As if vanessa is the worst girl that has ever been in Indonesia. I think that is unfair for him. I’m not in position to defend him, i agree that her behaviour is not accepted, but blame him and blaspheme him over and over as much as possible is not fair. Perhaps what we did to vanessha is not because she did something wrong and we angry about that, but because basically we are all people who very like to blame and blaspheme others.                 Let we look around. As far as i know, indonesia is one of the most country that high acces to porn website. This is a fact. Even though, we alw...

Pengalaman tes di Bank BRI

Gambar
            Kali ini aku akan sedikit cerita tentang prosesi test yang aku ikuti di Bank BRI. Jadi pada awal Desember kemarin sebelum wisuda, aku nyari nyari info lowongan pekerjaan. Ketemulah dengan lowongan dari Bank BRI ini di website Bank BRI. Lowongan yang tersedia ialah untuk posisi frontliner atau customer service/ teller di BRI Kanwil Jogja. Artinya, jika lolos nanti akan ditempatkan di Jogja. Setelah aku cari cari info, untuk berkarir di bank umumnya memang melalui jalur frontliner. Meskipun ada jalur management trainee atau management depelopment program. Akan tetapi, jalur tersebut seleksinya sangat ketat karena nantinya akan disiapin menjadi manajer atau pimpinan perusahaan kedepannya.             Untuk mendaftar di BRI tahapannya sebagai berikut. Pertama adalah seleksi administrasi. Kedua wawancara awal. Ketiga psikotes. Keempat wawancara akhir/ intervi...

Lets to move on!

Gambar
  Previously, sorry for my bad english or bad grammar, i'm still learning :) Nowadays i often look my social media and post several moment related with my graduate. For instance on instagram, facebook, or whatsapps. Something that rare i did before. I don’t know why i’m very exited with this moment. Perhaps it’s true that when people say that anything which what we reach with hard work it's would be very worth by itself. And that I also reach the graduate with hard effort which before had never i did during 4 years i’m in campus. So I feel very excited.     However, i also have to realize that my path is still very long. Graduation is not guarantee anything. My challenges are still waiting in the future. The problems are still be there anymore. Thus, yesterday i also had made a group of plan after i graduate. There are two plan that i made, first, i wanna continue to get master degree with scholarship, and second, i wanna to work on a privat com...

Akhirnya . . .

Tanggal 16 november menjadi tanggal yang berharga bagiku. Di tanggal tersebut aku berhasil melalui ujian akhir atau pendadaran. Semua mahasiswa memang pasti harus menempuh ujian akhir, tapi pasti setiap orang memiliki ceritanya sendiri sendiri yang maknanya berbeda-beda. Begitupun yang aku alami. Kenapa ini sangat berarti bagiku? awal november aku masih belum yakin bahwa aku bisa wisuda desember. Bahkan tanggal 5 november kemaren aku masih frustasi dan sudah merelakan jika aku tidak wisuda desember. Apalagi, salah satu dosenku terkenal agak susah untuk meluluskan mahasiswa bimbingannya. Ternyata, asumsi itu salah. Dosen tersebut sama sekali tidak mempersulitku. Bahkan, beliau cenderung mempermudah. Beliau juga yang menghapus kira kira 1 bab dari pembahasan skripsiku dengan alasan “kamu terlalu berat kalau ngambil itu, skripsimu sampai sini saja sudah cukup, yang ini simpan dulu aja. Nanti kalau tesis nah baru.”   Dalam hati aku bilang “wah bagus kalau dihapus, dari kemarin j...